4 Pertanyaan Yang Perlu Dijawab Tentang Supply Chain Apabila Kamu Tinggal Di Wilayah Asia Tenggara

4 Questions You Need To Answer About Your Supply Chain If You Are In Southeast Asia

Benua Asia adalah sebuah daerah yang memiliki jumlah penduduk yang terdapat lebih dari 600 juta orang dengan kekuatan ekonomi Produk Domestik Bruto sebesar 2,4 Triliun USD di dunia. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Frost & Sullvan, pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan yang dimiliki oleh Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 15,4% hingga tahun 2020. Hal tersebut dikarenakan adanya biaya produksi yang terbilang rendah, belanja pemerintah yang tergolong besar, terjadinya peningkatan pendapatan yang dimiliki oleh kelas menengah, selain itu, perkembangan sektor e-commerce yang meningkat tajam, menjadi sebuah faktor utama dalam pertumbuhan yang terjadi di Indonesia.

Peningkatan urbanisasi yang terbilang tinggi juga  diperkirakan mengakibatkan peningkatan dari kelas konsumen di Indonesia menjadi sebesar 163 juta penduduk pada tahun 2030. Faktor peningkatan dari urbanisasi ini kemudian akan meningkatkan pertumbuhan yang kemudian terjadi pada sektor barang konsumsi, ritel dan pelayanan konsumen, dan juga akan menciptakan kebutuhan akan investasi pada bidang infrastruktur dan perumahan. Selain itu juga diperkirakan dibutuhkan dana sebesar $7 triliun untuk akan digunakan dan dikhususkan untuk investasi ke bidang infrastruktur, perumahan dan ruang komersial.

Dengan melihat prediksi dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia, bahwa bukan sesuatu yang mengejutkan berbagai macam bisnis yang berada di wilayah ini juga mulai mempersiapkan diri guna untuk mengantisipasi dalam peningkatan jumlah permintaan dalam jumlah yang besar. Kemudian, dalam permasalahan tersebut, sektor logistik Indonesia akan sangat diperlukan untuk kepentingan bisnis mereka. Dalam sebuah sifat ekonomi yang sedang berkembang bukan Indonesia tidak  dapat dipandang sebelah mata dalam hal kemajuan Supply Chain. Setiap pelaku industri memerlukan kreativitas sendiri yang dimana kemudian akan dapat mengoptimalkan kebutuhan logistik guna untuk meningkat produktivitas bisnis.

Harapan Pelanggan dari Bisnis Supply Chain

Karena itu, bisnis perlu memahami bahwa Supply Chain  dan manajemen logistik di kawasan juga bergantung pada sejumlah faktor, seperti permintaan konsumen yang terus meningkat dan tren pasar yang berkembang.

Meningkatnya Persaingan dalam Penjualan Omnichannel:

Dengan pertumbuhan E-commerce yang luar biasa, penjual fisik juga telah melangkah untuk merangkul omnichannel dan memperkenalkan etalase online. Pelanggan rata-rata dimanjakan dengan pilihan di antara ratusan penjual online di bawah berbagai kategori, mendorong perusahaan Supply Chain untuk mengoptimalkan operasi pengiriman untuk kepuasan pelanggan yang maksimal.

Harapan Pengiriman Hari yang Sama:

Harapan pelanggan untuk pengiriman ekspres, terutama pengiriman pada hari yang sama atau dua hari meroket di wilayah ini, dan hampir menjadi keharusan bagi bisnis E-commerce dan pengiriman di Asia Tenggara untuk mengirimkan paket pada hari yang sama atau ekspres. Selain itu, pelanggan tidak hanya mengharapkan pengiriman cepat, tetapi juga pengiriman berbasis slot waktu tertentu yang sesuai dengan jadwal mereka.

Mengaktifkan pengiriman ekspres dan berbasis slot untuk toko ritel. Unduh Studi Kasus!

Bebas Biaya Pengiriman:

Sudah lewat hari-hari dimana  pelanggan bersedia membayar biaya pengiriman untuk mendapatkan kenyamanan pengiriman di depan pintu. Dengan banyaknya pilihan belanja dan pengiriman yang tersedia, pelanggan mengharapkan pengiriman gratis, sebanyak mungkin. Pengiriman gratis berarti belanja yang tidak merepotkan dan lebih ekonomis bagi pelanggan, tetapi agar dapat menawarkan pengiriman gratis kepada pelanggan dan menguntungkan, bisnis perlu menemukan cara untuk mengurangi biaya operasional.

Tuntut transparansi yang lebih besar:

Seiring urbanisasi dan penetrasi Smartphone terus meningkat di Asia Tenggara, mayoritas pembeli menjadi semakin paham teknologi. Pelanggan yang maju secara digital mengharapkan lebih banyak transparansi dari penjual tentang status pesanan mereka, dan ingin tahu kapan sebuah paket akan tiba, siapa yang akan membawanya, dan apakah itu diangkut dengan aman dan tepat waktu. Visibilitas telah menjadi kebutuhan, bukan kenyamanan atau kemewahan.

Dengan berbagai macam ketidakpastian yang berada di sekitar pasar, hal berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang biasanya akan ditanyakan oleh setiap pelaku bisnis tentang rantai pasokannya:

1. Tantangan apa saja dan peluang apa saja yang didapatkan dari rantai pasokan di wilayah pasar Asia Tenggara?

Meskipun pasar wilayah Asia Tenggara terdapat sebuah potensi dari pertumbuhan perekonomian yang baik, ekonomi yang masih dapat berkembang pesat kemudian membawa berbagai macam tantangan tersendiri. Tingkat pembangunan infrastruktur yang berbeda pada masing-masing daerah memiliki sebuah makna bahwa setiap usaha memerlukan berbagai macam Strategi Supply Chain  yang dimana berbeda-beda guna untuk mendapatkan sebuah standar yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan dari konsumen.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Google dan Temasek Holdings mereka lebih memforkuskan terhadap sebuah potensi yang dimiliki oleh Asia Tenggara, dalam sebuah kondisi pasar e-commerce yang tumbuh dari nilai US $5,5 miliar pada 2015 yang kemudian menjadi bernilai US $88 miliar pada tahun 2025, Indonesia menjadi pemegang dari 52 persen pasar e-commerce di wilayah Asia Tenggara.

Pertumbuhan yang terbilang cepat tersebut memiliki sebuah artian bahwa hal tersebut menjadi sebuah pasar yang sangatlah berpotensi bagi sektor logistik, akan tetapi hal itu juga akan berpengaruh akan tekanan yang berasal dari konsumen, peningkatan persaingan, dan tidak adanya pelanggan setia. Hal ini kemudian menjadikan faktor logistik sebagai sebuah pembeda utama di perusahaan e-commerce. Dalam kondisi tersebut membuat pelaku bisnis untuk lebih fokus dalam bidang logistik mereka.

Terjadinya peningkatan terhadap penjualan online yang sangat tinggi dan meningkatnya produsen yang bermigrasi menuju wilayah ini, menjadikan sektor logistik siap meroket di wilayah Indonesia. Sektor transportasi dan juga logistik yang berada di Indonesia sebelumnya telah mengalami peningkatan sebesar dua digit dalam satu dekade ini, dan kemudian tren dari peningkatan ini kemudian akan selalu terus berlanjut. Dalam tantangan dan juga peluang yang sangatlah besar, sektor logistik kemudian perlu dilakukan otomatisasi guna untuk meningkatkan produktivitasnya.

2. Mengapa saya perlu melakukan otomatisasi dalam Supply Chain saya?

Dikarenakan akan besarnya sektor logistic yang terjadi di Kawasan Asia Tenggara, menjadikan hal ini sebagai sebuah tantangan bagi pelaku industri. Hal tersebut dikarenakan permintaan dari pelanggan akan meningkat, maka akan hal tersebut akan menjadi sebuah tekanan bagi pelaku bisnis guna untuk melayani konsumen dan juga untuk mempertahankan konsumen tersebut

Bayangkan mencoba mengirimkan 100 unit furnitur. Pengambil keputusan perlu mempertimbangkan – kontrak biaya atas jenis kendaraan yang berbeda, jenis furnitur yang dapat atau tidak dapat dikirim bersama, rekanan mana yang harus ditugaskan untuk merakit unit furnitur ini, alamat dan waktu dari hub pemuatan bersama dengan kendala nyata dan kondisi lalu lintas dan alamat pengiriman yang rumit.

Dalam kawasan yang mengharapkan lonjakan besar dalam ekonomi, dan perusahaan mengantisipasi lonjakan pesanan, menjadi hampir mustahil bagi pikiran manusia untuk mempertimbangkan semua faktor yang disebutkan di atas. Otomatisasi dan penggunaan AI dengan demikian menjadi keharusan bagi bisnis. Perusahaan tidak dapat lagi hanya berinvestasi lebih banyak pada sumber daya manusia, kebutuhan saat ini adalah untuk mengotomatiskan operasi dan mengurangi ketergantungan manusia.

3. Apa dampak potensial dari otomatisasi pada Supply Chain?

Otomatisasi dapat membantu Supply Chain di setiap tahap proses. Dari perencanaan rute yang dioptimalkan hingga pengiriman jarak terakhir yang efisien, otomatisasi berpotensi merevolusi seluruh operasi Supply Chain. Pengemasan 3D, pengoptimalan penjualan, dan pelacakan armada secara real-time hanyalah beberapa cara di mana otomatisasi mengubah permainan.

Sekitar 24% dari PDB Indonesia dihabiskan untuk logistik. Mengotomatiskan rantai pasokan dapat membantu bisnis dalam memotong biaya dan meningkatkan efisiensi. Otomasi juga menjanjikan untuk meminimalkan ketergantungan manusia yang dapat menjadi keuntungan bagi kawasan Asia Tenggara yang sedang berjuang dengan tenaga kerja yang menyusut, kekuatan.

Manfaat nyata dari otomatisasi, bagaimanapun, adalah tidak luput dari keberhasilan di sisi bisnis. Mesin pembuat keputusan berbasis AI sebenarnya dapat membantu stakeholders dalam Supply Chain dalam membuat pilihan logistik yang lebih baik. Menggunakan data historis untuk proyeksi masa depan, AI dapat membuka banyak rahasia dalam hal mengoptimalkan sumber daya atau memahami pelanggan.

4. Dapatkah otomatisasi terintegrasi dengan sistem saya yang sudah ada?

Seperti dibahas di atas, bisnis baru di Asia Tenggara tidak memiliki proses standar. Setiap bisnis memiliki sistemnya sendiri dan solusi teknologinya harus ramah integrasi untuk kelancaran transisi. Platform teknologi logistik era baru berbasis Cloud dan mudah diimplementasikan serta dapat dengan mudah digabungkan dengan sistem yang ada dan bekerja dalam batasan yang disediakan oleh perusahaan tertentu.

Solusi SaaS ini juga sangat skalabel, karena berfungsi dengan model bayar sesuai pemakaian. Platform ini bahkan menawarkan tim Change Management khusus yang bekerja dengan sumber daya di lapangan untuk memastikan transisi yang lancar ke platform baru.

Tentang Locus AI dan Deep learning

Locus adalah otomatisasi logistik dan mesin pengambilan keputusan yang menggunakan Artificial Intelligence  dan algoritma berhak milik untuk mengotomatiskan setiap mil dari supply chain dan meminimalkan ketergantungan manusia dalam pengambilan keputusan.

Esensi dari produk kami adalah teknologi heuristik yang mendekati kehidupan nyata dan memperhitungkan faktor di lapangan yang tidak dapat diprediksi. Pengoptimalan logistik berbasis AI dari Locus yang memperhitungkan skenario dunia nyata dan kendala di setiap model bisnis untuk terus beradaptasi dan maju.

Schedule Demo with Locus

 

Share and Enjoy !

Artificial IntelligenceRoute Planning SoftwareSupply Chain Optimization